Pages

Ads 468x60px

Sabtu, 20 September 2014

Tentang Laut

Aku akan mencintai laut layaknya aku mencintai sajak yang berbaris
Aku akan mencintai laut layaknya aku mencintai petikan gitar
Aku akan mencintai laut layaknya aku mencintai cerpen dan novel
Aku akan mencintai laut layaknya aku mencintai lukisan pensil
Aku akan mencintai laut layaknya aku mencintai alunan nada
Aku akan mencintai laut layaknya aku mencintai peran dalam skenario
Aku akan mencintai laut layaknya aku mencintai diriku sendiri
Karena aku bangga menjadi bagian terpenting dari kelautan
Dan aku akan berkarya bersama laut

 Peres Sar Arin - 2014

Senin, 04 Agustus 2014

Absolutely YES!!
Cuma satu kuncinya, kamu harus percaya bahwa takdir Tuhan akan selalu menjadi hal yang paling-paling baik.
Ada satu kali, dua kali bahkan ratusan kali pertemuan tapi entahlah aku percaya bahwa kamu satu-satunya takdir yang secara nyata terlukis di depanku, dengan goresan yang sempurna dan hidup, tak lupa dengan bingkai keemasan.
Mengapa kamu begitu nyata berada di depanku?
Karena garis besarnya adalah, ternyata aku membutuhkanmu, Rahman.
Nemu di ask.fm nih hehe

Ada beberapa hal tentang diri kita yang tidak diketahui orang lain, ini salah satunya. Tapi memang dasarnya manusia adalah pelengkap satu sama lain, ketika kita memiliki suatu kesedihan ada beberapa hal atau bahkan orang lain yang mampu menjadi penghibur dan penyembuh bagi kita, ketika kita merasa kesepian secara tidak sadar ada orang lain yang mampu mengisi hari-hari kita. Hakikat ini akan terus berlaku, selalu.

M-A-M-E-N

Ketika mereka berkata, "ayo kita berjuang bersama." ternyata itu bukan hanya sekedar omong kosong. Mereka merangkul pundak masing" dari kami, menjunjung dan mendorong kami untuk merdeka.
Uluran tangan mereka kami terima karena kami yakin mereka bukan sekedar kawan yg hanya mampu mendengar celotehan-celotehan nestapa kami, melainkan mereka yg rela mengambil peran yg kami jalani saat ini.
Mereka adalah pamflet yg tertempel di dalam kotak pengumuman. Orang lain pasti akan mengira jika sudah edisi lama kami akan menyobek pamflet tersebut dan membuangnya. Kalian salah! Kami tidak seperti itu, karena mereka bukan selembaran pamflet yg lusuh, lecek, bahkan usang. Mereka adalah pamflet yg berada di dalam kotak pengumuman selamanya, tidak pernah kadaluwarsa dan tidak pernah pudar warnanya. Dan beruntungnya kami adalah kotak pengumuman yg telah disegel sehingga mereka- pamflet" itu akan tetap terlindung di dalamnya.
Mereka adalah mamen tercinta kami <3

Sabtu, 05 Juli 2014

Mereka tetap tersenyum, namun itu berbeda. Seiring berjalannya waktu senyuman itu tampak semakin pudar. Otot di pipi mereka tetap tertarik ke atas membuat sebuah lengkungan manis di bibir. Ya, mereka tetap tersenyum, tapi mata mereka tidak tersenyum. Lelah, tatapan itu bukan lagi tatapan mereka. Dan hingga sekarang aku masih belum mengerti mengapa.


Selasa, 01 Juli 2014

Kutipan kata-kata Kang Maman tentang ayah :

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu. Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Dear My Lovely Akai Ito..


Hari ini agak terasa kacau. Mungkin terlalu memikirkanmu? haha. Bukan begitu, kemarin malam aku bermimpi, seolah-olah flashback. Ketika pertama kali aku bertemu denganmu hingga sekarang. "Red Thread", semua terjadi begitu cepat. Dinamika waktu yang tidak bersahabat, tapi aku tahu semua ini ada maksudnya :)
Kita melangkah di jalan yang berbeda dengan tujuan yang sama, namun kita menyatu di tengah jalan hingga suatu saat nanti *amin* Kata-katamu yang paling nyes itu waktu dulu,
 
Blogger Templates