Biar sendiri
Biar sepi
Kelam
Lalu tenggelam
Dalam malam
Ku hening
Ku terenyuh ramai
Tapi sendiri
Mencari inspirasi
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 22 Agustus 2015
Sajak Sendiri
Sajak Kosong
Benar-benar kering
Tak tersisa inspirasi
Benar-benar lupa
Rasanya berkarya
Terpojokkan luka
Kalam teraniaya
Diri terpental
Kosong tertinggal
Lupa karya
Lupa aksara
Lupa diri?
Rabu, 25 Maret 2015
Di Sini
Tak pandang bulu momentum dibiarkan berlalu
Setetes keringat semakin berkarat
Omongan bukan tanggapan
Serta merta berbuah kritikan
Kurangkai pujian, sayang berbalas hinaan
Kudengar membisu dikata seperti asu
Hei, angkat kepalamu
Tak rela menuntut jika dipaksa menurut
Sudiku menghadap pelarian untuk sebuah pengakuan
Hei, aku di sini
Dilontar sepi terlantar meratapi
Kala senang rindu meradang
Hitungan detik tanpa titik
Diputar memori terlempar kemari
Terkekang kenangan, terkunci licik
Hei, aku masih di sini
Memutihkan gelap melenyapkan asap
Mengosongkan gelas terasingkan kandas
Menitikkan pilihan menetapkan bertahan
Hei, aku selalu di sini
Tak ditindas karena bukan ampas
Ku berada tanpa mengada
Menanti pengakuan, darimu
@peres_arin
Sabtu, 01 Maret 2014
Ada
sepasang mata tajam terus memandangiku, kedua bola matanya yang sedikit coklat
mencerminkan suatu kebencian. Tak berkedip, hanya diam dan tetap memelototiku. Sepasang
mata yang agak meruncing ke samping seperti kerucut, tampak samar kilauan
cahaya berasal dari bola mata itu. Ada sebuah refleksi dibalik sepasang mata
yang memandangku saat ini, yaitu aku. Akulah refleksi itu. Dan terselip sebuah
makna dibaliknya.
Minggu, 02 Februari 2014
Minggu, 18 Agustus 2013
Tanpa batas
Tanpa keraguan
Tanpa takut akan ditertawakan atau terhinakan
Mereka menyatu dalam keterasingan
Mereka berteman karena menemukan kenyamanan
Dan mereka hanyalah dua orang yang tak saling mengenal
Kebetulan bertemu di suatu tempat, pada suatu titik waktu
Masing-masing menggenggam ujung seutas benang merah
Brave Sakura, Peres Sar Arin.
Kamis, 01 Agustus 2013
Kebahagiaan
“Salahkah jika aku memilih hidupku sendiri?”
Sungguh ini aneh, tak banyak dari kita pasti
menginginkan kehidupan yang harmonis dan semuanya serba ada. Namun nyatanya,
Tuhan telah menentukan jalan hidup kita masing-masing.
“Apakah aku tidak bisa memilih orang tuaku
sendiri?”
“Jika aku terlahir kembali aku ingin memiliki
orang tua yang …”
Tidak jarang pula kalimat-kalimat di atas
terlontarkan dari mulut anak-anak yang pada umumnya tidak mengerti mengenai makna
kehidupan. Secara pribadi aku juga pernah berpikir seperti itu. Bagaimana jika aku
terlahir di keluarga ini, bagaimana jika aku memiliki keluarga yang seperti
itu, aku ingin mendapatkan kasih sayang dari keluarga itu, aku ingin menjadi
bagian dari keluarga ini… Random,
impossible, hallucinate. Dan bukanlah sebuah harapan, hanya sebuah imajinasi?
Sebuah Permainan Untuk Kita
Bodohnya diriku mengikuti alur permainanmu
Kini aku terjerat pada salah satu tali yang kau
permainkan
Aku tak dapat keluar
Namun tiba-tiba kau mengulurkan tangan kananmu
padaku
“Untuk apa?” Tanyaku
“Aku akan menarikmu keluar dari utasan tali itu. Namun,
berjanjilah padaku akan satu hal.” Pintamu.
Dengan mata terbelalak, rasa penasaranku pun
muncul begitu saja. “Apa?”
“Permainan ini belum selesai, aku tak menginginkanmu terjebak
di dalam sini. Maka genggamlah tanganku dengan erat, dan kita akan menyelesaikan
permainan ini bersama.”
“Kau dan aku?” Tanyaku sekali
lagi.
Kau mengangguk dan mengulaskan sebuah senyum
padaku.
“Ya. Kita. Kita pasti akan mengakhiri permainan ini. Bersama. Tanpa
ada tali-tali yang dapat menjeratmu lagi.” Yakinmu padaku.
Detik yang berjalan
Tampaknya
kami tengah dipermainkan detik yang berjalan, lalu lengah tanpa memberi
perlawanan...
Sabtu, 15 September 2012
The Red Thread of Destiny 赤い糸 [Benang Merah]
Semua masih baik-baik saja.. sepertinya masih baik-baik saja..
Walau ku tau ku takkan bisa kembali ke masa lalu, ku ingin ikatan ini tetap ada
Dan ini adalah pertama kalinya aku merasa seperti ini
Katamu, “Kita masih bisa bertemu lain kali”
Ya, janji adalah suatu hal yang biasa
Jadi aku merasa baik-baik saja
Walau ku tau ku takkan bisa kembali ke masa lalu, ku ingin ikatan ini tetap ada
Dan ini adalah pertama kalinya aku merasa seperti ini
Katamu, “Kita masih bisa bertemu lain kali”
Ya, janji adalah suatu hal yang biasa
Jadi aku merasa baik-baik saja
"Like Ice"
Those freezing hands
aren't your fault
They carry scars from long before
Afraid to love someone,
You turn your back on the other side of the words...
They carry scars from long before
Afraid to love someone,
You turn your back on the other side of the words...
Like ice, the embraced heart slowly starts to thaw
For anyone to be loved by someone,
Makes life in this world shine
If it was me, I’d make your heart warm once more
With eternal tenderness
Even if fate’s games hurt the heart...
On the other side of the tears,
A single ray of light will swoop down into the darkness
We know that this is so
As strong as the suffering, we can feel people’s warmth
Everyone is searching for a place
That can take away the sorrow and loneliness
So… for you, that place is here
Don’t be afraid, don’t hesitate anymore, because I’ll protect you
To the point of
being painful
This love is beautiful
Even if just momentarily
This time is beautiful
This love is beautiful
Even if just momentarily
This time is beautiful
Minggu, 15 Juli 2012
"Tada Kimi wo Aishiteru"
Mukashi, kono
basho de kimi wo aeta
Watashi wo mite
waratte yo
Kono basho de koi
wo mitsuketa
Kokoro kara
aishite
Anata no koto, wasurenai
itsudemo baku ga kimi wo mamotte irukoto wo omoidashite.
Bokura futari wa magarikunetta michi wo ayundeiku.
Kimi ga kanjiteru fuan mo kimi to irukoto de boku no itibu dayo.
Subete no urei wo kono boku no kata ni azuketeokure.
Jumat, 09 Desember 2011
Butterfly Wings - Yang Kian Tak Menghampiri
Di
sini lah aku berdiri kokoh, menyambut mentari pagi
Membiarkan
angin membawa terbang jiwaku
Di
sini lah aku menantinya,
Menanti
sebuah kupu-kupu
Ia
yang pernah membawa terbang sebagian dari mimpiku
Hingga
menjadi kenyataan yang mudah pudar …
Tak lebih dari sebuah janji
Janji yang mengikat salah satu dari kita
Entah janji yang masih tersisa atau tidak sama sekali
“Aku
akan selalu menghampirimu, wahai bunga”
“Di
setiap kau membutuhkan ku, biarkan sayap ini menyampaikan salamnya”
Tetapi angin tak akan membiarkan jiwamu pergi
Ia akan terus menuntunmu kemana pun impianmu terbang
-Seperti
janji yang mengikat dua manusia ini-
Di setiap dentangan detik aku ‘kan selalu menunggumu
Meskipun aku tahu kau menghilang
-Dan
sulit ku raih-
Seperti setangkai Bunga Matahari yang selalu menunggu Kupu-kupu
Langganan:
Postingan (Atom)
