Pages

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Juli 2015

Segala yg dipaksakan itu tidak baik

Jika kamu pernah mendengar seseorang atau mungkin beberapa orang berkata padamu, “Sesuatu yang dipaksakan itu gak baik”, percaya saja. Jangan sekalipun kamu mencoba membuktikan bahwa pernyataan itu salah.

Dalam hidup, pasti banyak yang kita inginkan. Berusaha untuk mendapatkan boleh, tapi jangan memaksakan sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan. Mengusahakan dan memaksakan itu jelas berbeda.

Berhentilah menyiksa dirimu sendiri, kawan. Bagaimana kalau sekarang kamu ambil waktumu untuk sendiri. Biarkan air shower itu menghujanimu, menyapu segala beban pikiran yang ada di kepala dan hatimu. Atau… setidaknya, pergilah.. pergilah ke tempat dimana kamu bisa merebah lelah. Mungkin setelahnya, kamu bisa sedikit merelakan dan berhenti memaksakan.

Percayalah, segala yang dipaksakan itu tidak baik.

-via: tumblr.com

Senin, 04 Agustus 2014

M-A-M-E-N

Ketika mereka berkata, "ayo kita berjuang bersama." ternyata itu bukan hanya sekedar omong kosong. Mereka merangkul pundak masing" dari kami, menjunjung dan mendorong kami untuk merdeka.
Uluran tangan mereka kami terima karena kami yakin mereka bukan sekedar kawan yg hanya mampu mendengar celotehan-celotehan nestapa kami, melainkan mereka yg rela mengambil peran yg kami jalani saat ini.
Mereka adalah pamflet yg tertempel di dalam kotak pengumuman. Orang lain pasti akan mengira jika sudah edisi lama kami akan menyobek pamflet tersebut dan membuangnya. Kalian salah! Kami tidak seperti itu, karena mereka bukan selembaran pamflet yg lusuh, lecek, bahkan usang. Mereka adalah pamflet yg berada di dalam kotak pengumuman selamanya, tidak pernah kadaluwarsa dan tidak pernah pudar warnanya. Dan beruntungnya kami adalah kotak pengumuman yg telah disegel sehingga mereka- pamflet" itu akan tetap terlindung di dalamnya.
Mereka adalah mamen tercinta kami <3

Sabtu, 05 Juli 2014

Mereka tetap tersenyum, namun itu berbeda. Seiring berjalannya waktu senyuman itu tampak semakin pudar. Otot di pipi mereka tetap tertarik ke atas membuat sebuah lengkungan manis di bibir. Ya, mereka tetap tersenyum, tapi mata mereka tidak tersenyum. Lelah, tatapan itu bukan lagi tatapan mereka. Dan hingga sekarang aku masih belum mengerti mengapa.


Selasa, 01 Juli 2014

Kutipan kata-kata Kang Maman tentang ayah :

Mungkin ibu lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku?

Semasa kecil, ibukulah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena saking letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku. Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es!” Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis didepan ibu. Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Dear My Lovely Akai Ito..


Hari ini agak terasa kacau. Mungkin terlalu memikirkanmu? haha. Bukan begitu, kemarin malam aku bermimpi, seolah-olah flashback. Ketika pertama kali aku bertemu denganmu hingga sekarang. "Red Thread", semua terjadi begitu cepat. Dinamika waktu yang tidak bersahabat, tapi aku tahu semua ini ada maksudnya :)
Kita melangkah di jalan yang berbeda dengan tujuan yang sama, namun kita menyatu di tengah jalan hingga suatu saat nanti *amin* Kata-katamu yang paling nyes itu waktu dulu,

Rabu, 25 Juni 2014

"Kamu ya kamu. Kamu jangan jadi orang lain. Dan kamu jangan pura-pura suka sama sesuatu/seseorang yang bikin orang lain nyaman sama kamu. Itu namanya bahagia di atas sesuatu yang memuakkan Rin." Someone said to me, it means a lot :')

Senin, 31 Maret 2014

Namun lihat saja suatu saat nanti aku pasti bisa meniadakan batas tersebut! ^^

Minggu, 23 Maret 2014

Dan benar adanya, ku telah memilih. Ya, kemungkinan besar akan vakum untuk beberapa tahun ke depan. Sampai kutemukan sandaran yang tepat untuk mengembalikan passion ini. Jiwa yang orisinil ya? Aku harap bisa kembali seperti itu meskipun tidak sekarang. Karena segala hal membutuhkan proses :) Sayounara :'))
Berusaha survive tanpa meninggalkan jiwa yang orisinil ^^

Rabu, 19 Maret 2014

Tersembunyi sebuah masalah dibalik kata berubah



“Nggak semua problem harus diceritakan ke orang lain, ya kan?” – Rahman.
Kalau dipikir-pikir lagi ternyata ucapan tersebut benar. Kita punya batasan untuk diri kita dan orang lain. Kita punya problem yang orang lain tidak perlu tahu. Kita punya rahasia untuk diri kita sendiri. Akupun begitu, aku punya batasan diri dan baru kusadari aku juga memiliki problem yang tidak sepantasnya kuceritakan kepada orang lain. Hanya aku, Tuhan dan coretan tanganku yang menjadi saksinya.
“Rin, kamu berubah ya dulu waktu SMP nggak kayak gini.”
“Peres dulu nggak kayak gini.”
Dibalik kata berubah pasti ada suatu alasan, benar bukan? Tapi memang jika kita ingin membuat sebuah loncatan baru kita harus berani berubah, benar bukan? Dan kata berubah tidak akan jauh dari kata mengapa?
“Mengapa kamu berubah?”
Ternyata sebuah problem juga bisa membuat kita berubah, coba pikirkan kembali mungkin 4 tahun yang lalu kita tidak seperti kita yang sekarang. Kita berubah, berubah secara emosional karena pikiran dan lingkungan kita dank arena problem yang kita hadapi. Namun ada juga perubahan yang disebabkan jika kita ingin beradaptasi dengan lingkungan yang baru, secara perlahan kita pasti mengikuti ke arah mana lingkungan ini membawamu pergi. Dan disamping kata perubahan selalu ada kata pilihan. Ya kita disuruh memilih, memilih untuk berubah atau tetap menjadi yang seperti dulu, kita selalu diberi pilihan-pilihan serta bertanggung jawab dengan pilihan itu. Jangan salahkan problem yang sedang menimpa kita sehingga kita berubah, tetapi diri kita lah yang memilih untuk berubah, alasannya? Ya agar kita tidak stuck dengan problem tersebut dan bisa menanggapinya dengan jalan yang menurut kita benar.
“Kalau tidak ada suatu masalah yang menimpa, manusia tidak akan berubah. Karena pikiran mereka belum bisa berkembang tanpanya.”
Aku berubah, iya aku tahu. Karena aku sedang berusaha survive dibalik masalah ini.

"Biar nggak belang." - Arin



“Hei masih ingatkah kamu dengan dentangan detik yang selalu berotasi di balik benda mungil yang setiap kali kamu kenakan di pergelangan tanganmu? Aku masih mengingatnya, secara detail. Ketika pergelangan tangan kirimu mulai menghitam karena terkena panasnya mentari dan hanya bagian yang tertutup oleh benda hitam mungil itu yang masih berwarna putih-kecoklatan, kamu selalu berkata ‘Sudah waktunya diganti.’ dan menatap lekat kulitmu yang belang tadi.
‘Apanya yang diganti?’ tanyaku penasaran.
‘Posisinya.’ jawabmu dengan santai, aku masih belum mengerti dan kulontarkan sebuah pertanyaan lagi
‘Maksudnya? Aku tidak mengerti.’
Lalu kamu menghela nafas dahulu sebelum menjelaskannya padaku. ‘Begini… warna kulit di pergelangan tangan kiriku sudah mulai belang karena tertutup oleh benda mungil ini. Karena itu jika kulitku sudah nampak seperti itu benda mungil ini harus diganti posisinya, artinya mulai sekarang aku harus mengenakan benda mungil ini dipergelangan tangan kananku, sehingga warna kulit pergelangan tangan kiriku bisa kembali normal, jadi nanti kalau pergelangan tangan kananku sudah nampak belang maka aku akan mengganti posisi benda mungil ini dipergelangan tanganku sebelah kiri, begitu.’
Oh jadi seperti itu ya, aku hanya menganggukan kepala dan mulai mengerti. ‘Alasannya simple tapi aku suka.’
Seketika itu kamu menoleh, dan bertanya ‘Suka dengan benda mungil ini?’
Aku hanya menanggapi perkataanmu dengan senyuman kecil, ‘Bukan begitu, aku suka dengan cewek yang memakai jam tangan. Nanti kalau pergelangan tangan kiriku sudah nampak belang aku akan mengganti posisi jam tangan ini ke pergelangan tangan kananku. Sama sepertimu.’
Dan kamu tertawa terbahak-bahak, ‘Kamu yakin? Tapi kelihatannya kulitmu tidak belang jadi pakai saja di pergelangan tangan kirimu. Biar aku saja yang memakai di pergelangan tangan kananku.’
Aku mengamatimu melepas jam tangan tersebut dari pergelangan tangan kirimu lalu mengenakannya lagi di pergelangan tangan kananmu. ‘Biar nggak belang.’ Katamu kemudian.
Dan kamu tahu sampai sekarang aku selalu memperhatikan warna kulitku yang tertutup oleh jam tangan hitam ini, setiap 3 bulan sekali aku mengganti posisi jam tangan tersebut, dan suatu saat ada cewek bertanya kepadaku ‘Mengapa kamu selalu gonta-ganti posisi jam tangan itu?’
Dan kamu tahu, aku hanya menjawabnya ‘Biar nggak belang.”
Sebuah benda hitam mungil yang terletak di pergelangan tanganmu, milikmu, tetapi aku juga punya. Karena dari awal aku menyukai cewek yang memakai jam tangan, apalagi dengan embel-embel ‘Biar nggak belang.’ Sampai sekarang aku masih ingat ini. Simple, tapi aku suka Rin :)”

Kamis, 06 Februari 2014

Rasis? Hei, yang paling sempurna bukan kamu!


Semakin lama kok semakin rasis aja. Bukan rasis ke aku sih, tapi ke orang lain. Ingat, di atas langit itu masih ada langit lho. Pernah kepikiran nggak perasaan mereka gimana kalo terus-terusan dirasisin kayak gitu? Mereka juga punya hati woy. Bukan berarti aku ngebelain mereka, tapi perbuatan ini nggak adil. Kita ini lho sebenarnya sama, cuma karakter aja yang bikin kita punya khas sendiri-sendiri. Cuma yang nggak habis pikir itu gimana perasaan mereka yang udah dirasisin? Mereka gak berhak dapet perlakuan kayak gitu, kita kan sama-sama manusia terus kenapa gegara perbedaan aja kita gak bisa nerima satu sama lain? Jangan sekali-kali nyalahin perbedaan lah, ini lho yang bikin aku geregetan. Dibalik makna perbedaan selalu ada persamaan yang mendominan. Bersaing sih boleh, tapi juga harus dengan cara yang sehat ya?! Jangan karena perbedaan malah menjatuhkan satu sama lain. Itu namanya egois, menomorsatukan dirinya sendiri tanpa menengok hal-hal yang ada di sekitarnya. Ingat, kita ini makhluk sosial, interaksi antar manusia sangat dibutuhkan demi kepentingan hidup. Layaknya simbiosis, bener gak? Lebih tepatnya simbiosis mutualisme. Rasis itu juga simbiosis, tapi simbiosis parasitisme, tingkat merendahkan orang lain yang sangat tinggi...

Senin, 03 Februari 2014

Persinggahan yang kunanti, stasiun!



Aku tau, aku bakal membenci stasiun. Mengantar dan menjemput, hanya sedikit kebahagiaan yang terselip di dalamnya. Aku tidak suka mengantar karena itu bermakna bahwa aku harus menyerahkannya kepada pak masinis yang akan pergi bersama dengan kereta yang ditumpangi. Dan secara garis besar mengantar berarti kita siap untuk mengucapkan selamat tinggal walau sementara. Tetap saja aku tidak suka perpisahan, karena pada saat itu otakmu akan berputar dan memorimu akan menguras kejadian-kejadian yang telah kamu alami selama ini bersama orang yang hari ini kamu antar ke stasiun. Aku benci ketika kepalaku dipaksa untuk memikirkan hal ini. Maksudku sudah biarkan saja memori itu tetap berada di dalam sana tanpa harus aku keruk lagi, ini hanya akan membuatku sedih dan teringat, aku tidak suka itu. Aku ingin mengingatnya dalam kebahagiaan, bukan mengingatnya sambil menangis, karena itu aku membenci mengantar ke stasiun, siapapun itu.
Ketika aku harus menjemput, ada perasaan lega dalam diriku namun dibalik kata menjemput selalu diekori oleh kata mengantar. Kalaupun siklus seperti ini terus berotasi, aku tau aku bakal sangat membenci stasiun! ...

Karena aku percaya



Karena aku percaya, suatu saat nanti aku pasti bisa berkarya denganmu…

Minggu, 02 Februari 2014

Menjadi berbeda

Jangan melupakan bahwa kita adalah makhluk sosial yang berteman dengan segala macam perbedaan. Sebaiknya, jangan sampai kita menyiksa diri sendiri untuk mengikuti orang lain. Apa salahnya menjadi berbeda, toh itu nantinya tidak akan mengurangi kualitas diri, ya kan? :)

Rabu, 29 Januari 2014

Instrument sayang :)

Terlalu cinta dengan instrument guitar :)))) padahal semua hal yang keterlaluan itu nggak baik, kecuali yang satu ini hehe.

Sabtu, 25 Januari 2014

Bismillah Mengukir Masa Depan :')


Bismillah masuk Bioteknologi :)
Bismillah jadi penulis :)
Bismillah ilmuwan genetika/biokimia :)
Bismillah karya-karyaku difilmkan :)
Amin Allahumma Amin ^^
Bismillah jadi seniman surealism & abstrak :)
Bismillah jadi gitaris fingerstyle Depapepe :)
Bismillah bisa mendirikan panti asuhan :)
Bismillah bisa mendirikan studio seni :)
Bismillah bisa pergi ke Jepang :)
Amin Allahumma Amin ^^
Bismillah punya agensi penerbit sendiri "Mozakuramedia" :)
Bismillah aku yang menjadi penulis, dia yang menyutradarai & membuat filmnya :)
Bisimillah punya laboratorium biomedik :)
Bismillah bisa mendirikan sebuah konveksi :)
Amin Allahumma Amin ^^
Bismillah usahaku selama ini nggak sia-sia :)
Semoga Allah meridhoi semua ini :')
Bismillah bikin orang tua bangga :)
Bismillah sukses! Jadi orang yang bermanfaat buat sekitar :)
Bismillah bisa menginspirasi orang lain :)
Bismillah menjadi yang lebih baik :)
Bismillah semuanya tercapai :))))
Bismillahi tawakaltu Allallah, la haula walla quwata illa billah :"))))
Bismillah mengukir mimpi masa depan <3
Jangan takut tuk bermimpi :))))
Biarkan aku menjadi seekor kupu-kupu, karena seekor kupu-kupu mampu memulai segalanya dari 0 dengan sebuah perjuangan terakhirnya untuk mengepakkan sayapnya dengan bebas menuju indahnya awan di angkasa, terbang bebas tuk menyibak mendung yang pekat, terbang bebas tuk meraih angannya ^^ Maka, aku ingin jadi seperti itu apapun rintangannya :'))
BISMILLAH MENUJU KESUKSESAN !!!
Selamat berkarya :)
Brave Sakura, Peres Sar Arin
 
Blogger Templates