Untuk ibu, ayah, saudara, kamu, mamen, dia, mereka, kita, dan semua orang yang masih diberi kesempatan 'tuk merasakan nikmat-Nya.
Terima
kasih telah menghampiriku. Terima kasih telah membuat hal sederhana
menjadi berkesan bahkan sampai nanti. Terima kasih telah membagikan
sebagian dari kebahagiaanmu kepadaku bahkan sampai nanti. Terima kasih
telah mendengarkanku bahkan sampai nanti. Terima kasih telah
menyempatkan sebagian dari waktumu untukku bahkan sampai nanti. Terima
kasih telah menerimaku sebagai "aku" bahkan sampai nanti. Terima kasih
atas bahu yang selalu kau pinjamkan padaku bahkan sampai nanti. Terima
kasih atas kedatanganmu, di sinilah rumahmu, kau dipersilahkan untuk
pulang kapanpun kau mau. Terima kasih atas bimbinganmu bahkan sampai
nanti. Terima kasih kau telah membuat diri ini menjadi sosok yang dewasa
dan bijak, selalu. Terima kasih kau telah hidup bahkan sampai nanti.
Terima kasih atas syair yang kau tulis pada lembaran-lembaran kosong
dalam kamus hidupku.
Rabu, 28 Agustus 2013
5 hal ini :)
Senyum
Damai
Ceria
Bersyukur
Bahagia :)
Brave Sakura, Peres Sar Arin :3
Tuhan itu adil :)
Tuhan itu adil. Dia tahu mana yang
bisa membuat kita bahagia. Dia tidak memberi apa yang kamu inginkan,
tapi Dia memberi apa yang lebih kamu butuhkan. Dia memprioritaskan
segala hal untukmu, namun tidak semua hal datang dalam waktu singkat.
Jangan berhenti tuk mengucap syukur guys, hargai hidupmu!
Brave Sakura, Peres Sar Arin :)
Kutipan dari novel Let Go - Windhy Puspitasari
Tidak ada seorang pun yang dapat mendiskripsikan bagaimana rasanya kehilangan, entah di masa lalu maupun di masa mendatang. Melainkan jika orang tersebut mengalaminya sendiri. Tak terkecuali dua insan yang sedang jatuh cinta, suatu saat nanti entah kapan dan dimana mereka pasti akan merasakan kehilangan. Begitulah menurut Windhy Puspitasari penulis novel Let Go.
Seperti judulnya, novel Let Go mengisahkan tentang raanya kehilangan dan bagaimana wanita menghadapinya. Seperti pada halaman 55-56 novel tersebut, ketika wanita menangis itu bukan berarti dia mengeluarkan senjata terampuhnya, melainkan dia justru mengeluarkan senjata terakhirnya. Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya, melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.
Menurut saya, kehilangan memang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, melainkan jika kita mengalami sendiri perasaan kehilangan tersebut. Rasa hampa dan sakit akan kehilangan merupakan suatu hal yang abstrak. Pasti kita selalu ingin tampak kuat dalam kerapuhan. Terkadang seperti itulah kita, yang berusaha tampak tegar seolah-olah dapat mengatasi segalanya dengan tersenyum, meskipun hati berkata lain. Manusiawi bukan? Kita tidak ingin orang lain merasa khawatir dengan apa yang kita alami. Padahal realitanya bertolak belakang, benar tidak?
Seperti judulnya, novel Let Go mengisahkan tentang raanya kehilangan dan bagaimana wanita menghadapinya. Seperti pada halaman 55-56 novel tersebut, ketika wanita menangis itu bukan berarti dia mengeluarkan senjata terampuhnya, melainkan dia justru mengeluarkan senjata terakhirnya. Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia tidak berusaha menahannya, melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya.
Menurut saya, kehilangan memang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata, melainkan jika kita mengalami sendiri perasaan kehilangan tersebut. Rasa hampa dan sakit akan kehilangan merupakan suatu hal yang abstrak. Pasti kita selalu ingin tampak kuat dalam kerapuhan. Terkadang seperti itulah kita, yang berusaha tampak tegar seolah-olah dapat mengatasi segalanya dengan tersenyum, meskipun hati berkata lain. Manusiawi bukan? Kita tidak ingin orang lain merasa khawatir dengan apa yang kita alami. Padahal realitanya bertolak belakang, benar tidak?
Brave Sakura, Peres Sar Arin :)
Minggu, 18 Agustus 2013
Tanpa batas
Tanpa keraguan
Tanpa takut akan ditertawakan atau terhinakan
Mereka menyatu dalam keterasingan
Mereka berteman karena menemukan kenyamanan
Dan mereka hanyalah dua orang yang tak saling mengenal
Kebetulan bertemu di suatu tempat, pada suatu titik waktu
Masing-masing menggenggam ujung seutas benang merah
Brave Sakura, Peres Sar Arin.
Kebebasan
Tak ada seorangpun yang dapat mendiskripsikan makna dari kata kebebasan. Kebebasan selalu mengarah ke hal-hal abstrak. Tidak bisa pula kita merencanakannya. Kebebasan hanya bisa kita rasakan ketika kenyamanan datang menghampiri. Tetapi, satu hal yang pasti bahwa kebebasan memiliki arti yang penting dalam laju kehidupan.
Untuk masa depan
Hiduplah untuk masa depan, bahagiakan
orang-orang yang menyayangimu.
Jangan buat mereka sedih, tidak ada enaknya hidup sendiri.
Tidak sama sekali :)
Brave Sakura, Peres Sar Arin.
Sabtu, 17 Agustus 2013
Menulis itu mudah
Menulis itu merupakan pekerjaan yang mudah, dan penulis merupakan profesi yang sangat diutamakan pada saat ini. Imam Al-Ghazali, karyanya yang tersebar luas di seluruh dunia dan menjadi cerminan bagi kita semua. Bahwa seorang penulis meskipun telah tertimbun tanah, tetap saja dikenang karena karya-karyanya. Sebagai kawula muda yang otaknya fresh dan memiliki imajinasi yang luar biasa sangat berpeluang untuk menghasilkan karya atau tulisan.
Langganan:
Postingan (Atom)