Sometimes, I don't know how to talk, I just know how to write.
Minggu, 12 Januari 2014
Minggu, 29 Desember 2013
Celotehan tentang trauma
Punya trauma itu berat, selalu parno" sendiri, apalagi
kalo bukan trauma biasa. Seandainya trauma bisa dihilangkan…
Inginku merasakan amnesia sesaat, maksudku hanya pada
kejadian itu saja. Rasanya ketika mengingat hal itu aku merinding ketakutan, dadaku
bergetar tak karuan, nafasku tercekat, mataku terbelalak, keringat dingin
mengucur, telapak tanganku terasa dingin, mungkin ini terlalu berlebihan tapi benar
adanya. Karena itu aku sangat menginginkan trauma ini dibuang. Amnesia retrograde.
Hanya pada saat itu saja, kumohon. Jika sampai seterusnya
trauma tersebut menghantui sudut pikirku, hal itu sungguh menggangguku.
Aku kesulitan untuk berkonsentrasi. Pikiran melayang kemana-mana. Perasaan
cemas melanda. Bukan trauma pada umumnya...
Minggu, 22 Desember 2013
[Dorama/Anime] Mirai Nikki ANOTHER : World
Format : Renzoku
Genre : Drama, science-fiction, mystery, romance
Episodes : 11
Broadcast network : Fuji TV
Broadcast period : 2012-Apr-21 to 2012-Jun-30
Air time : Saturday 23:10-23:55
Theme song : Another World by Kou Shibasaki
Genre : Drama, science-fiction, mystery, romance
Episodes : 11
Broadcast network : Fuji TV
Broadcast period : 2012-Apr-21 to 2012-Jun-30
Air time : Saturday 23:10-23:55
Theme song : Another World by Kou Shibasaki
Mirai
Nikki Another:World adalah dorama yang diadaptasi dari manga dan anime berjudul
Mirai Nikki oleh Sakae Esuno dengan sistem yang (hampir) sama dan karakter yang
berbeda, meski beberapa masih bisa disamakan sama aslinya. Berbeda dari Mirai
Nikki yang asli, ANOTHER:World karakternya udah pada kuliah. Mungkin karena
tidak mungkin menunjukkan anak SMP yang bermain bunuh-bunuhan (versi anime).
Dorama
ini bercerita tentang 7 orang pemilik HP Chronos Seed dan “Mirai Nikki” harus
saling membunuh hingga hanya tersisa satu orang agar bisa bebas dan memiliki
masa depan sesuai keinginannya.
Jumat, 20 Desember 2013
Kamu
“Aku
hanya melirikmu, tanpa melihatmu. Aku rasa kamu sama saja dengan yang lain, tak
ada yang istimewa. Ya aku rasa.” Itu aku
yang dulu.
“Ya aku
telah melihatmu, seutuhnya. Aku tak lagi melirik karena kamu sudah ada di
depanku. Aku tak lagi menoleh ke belakang karena kamu sudah berada di
sampingku, selalu. Aku tak lagi khawatir karena kamu sudah menjagaku, selalu.
Aku tak perlu mencari kebahagiaan, karena aku telah menemukannya, ya tepat di
depan mataku.”
“Bisa
dibilang aku sangat sulit membuka perasaanku kepada orang lain, apalagi orang
yang baru ku kenal. Ada beberapa alasan yang membuatku seperti ini, salah
satunya takut akan jatuh dan sakit. Ya itu namanya konsekuensi, jika kamu siap
tuk jatuh cinta maka kamu juga harus siap merasakan jatuhnya itu.”
“Tapi
ini berbeda, kamu seperti magnet yang tiba-tiba menarikku secara perlahan, dan
ini juga bukan kesalahanmu apabila aku tertarik ke dalam medan magnetmu itu.”
“Aku
mengakui bahwa ini merupakan naluri
batin. Aku tak mengenalmu tapi tiba-tiba saja aku memimpikanmu, memimpikan
kita. Ini aneh. Namun lebih aneh lagi pada saat itu kamu sedang mencariku. Kamu
menyebutnya sebagai sinyal simpati, simpatimu yang berlebihan kepadaku sehingga
sinyal tersebut secara tidak langsung tersampaikan kepadaku melalui mimpi itu. Konyol
sih tapi masuk akal. Bahkan pada saat itu aku belum mengenalmu tapi entah
mengapa setelah aku mengalami mimpi tersebut aku semakin merasa dekat denganmu,
secara batin.”
“Kamu
bilang, sinyal itu bukan sekedar rasa simpati, kamu bilang kamu memikirkanku,
kamu bilang itu sinyal cinta. Aku tak mempercayainya, tapi orang lain
menyebutnya suatu keajaiban. Kamu bilang salah satu gurumu pernah bercerita
mengenai sinyal simpati tersebut, dan beliau sering mengalaminya. Pada saat itu
aku sedikit mempercayainya, sinyal simpatimu kepadaku.”
“Aku
bersyukur mendapatkan mimpi itu sehingga aku tak terpaku ke belakang. Namun aku
takut, takut akan jatuh lagi. Dan pada kenyataannya, kamu juga takut akan jatuh
lagi, sangat takut. Bisa dibilang ketakutanmu lebih besar dariku. Ya kamu telah
menderita, aku juga. Kamu telah disakiti, ya aku juga.”
“Tapi tiba-tiba
kamu mengulurkan tangan kananmu padaku,
‘untuk
apa?’ tanyaku.
‘aku
akan menarikmu keluar jadi kamu tidak akan jatuh lagi.’ timpalmu.
‘tapi
bagaimana kalau kamu ikut terjebak di sini? aku tak bisa membiarkan hal itu
terjadi padamu, jika kamu terjebak maka aku juga akan terjebak.’ rasa
penasaranku pun muncul.
‘tidak,
kita akan keluar dari sini bersama, kamu dan aku. kita akan berjuang bersama.’
Dan
pada akhirnya aku menerima uluran tangan lembutmu itu, kamu menarikku ke dalam
pelukanmu. Tidak akan ada lagi yang terjatuh, aku tidak menginginkan ‘jatuh
cinta’ melainkan ‘membangun cinta’, jadi salah satu dari kita tidak akan merasakan
sakit hati lagi, aku akan menyembuhkanmu, aku tidak keberatan tuk menjadi
obatmu. Aku akan berusaha membuatmu bahagia, namun aku tidak dapat memberikanmu
janji-janji yang terlalu muluk. Aku tak dapat memberikan segala hal kepadamu,
aku tak dapat memberimu sesuatu yang berharga, namun aku terus berusaha tidak
membuatmu sedih. Aku hanya bisa memberimu sebuah kenyamanan, aku akan menjadi
peminjam bahu untukmu, sesederhana itu saja. Karena pada dasarnya aku hanyalah
manusia biasa.”
“Aku
tahu kamu telah menderita sebelumnya, aku tidak tega melihatmu seperti itu.
Apakah hal itu sangat menyiksamu? Jika iya aku bersedia menjadi obat untukmu.”
“Mungkin
aku hanya berusaha membuatmu bahagia meskipun kamu tidak bahagia.”
Sabtu, 30 November 2013
Nah ini :')
"@KampusPsikologi: Orang yg mampu bermain instrumen musik (musisi profesional maupun amatir) lebih bisa mendeteksi kesalahan yg ada di sekeliling mereka. #Info"
Senin, 11 November 2013
Minggu, 03 November 2013
"Mempelajari karakter setiap orang itu enggak
ada habisnya, tapi seru." :)
"Saya suka mengenal orang lain karena dari
situlah saya lebih tau bagaimana caranya menilai orang lain."
"Kamu bisa menilai orang lain dari caranya
berbicara dan memandang kamu."
"Kalau kamu pintar kamu bisa menebak karakter
orang lain tanpa mengenalnya lebih dalam."
"Berhati-hatilah karena hanya dengan tatapan
mata orang pintar pun dapat memahami karakter yang ada dalam dirimu."
"Mengenal orang lain, lalu mempelajari tingkah
lakunya. Pada intinya hanya itu saja."
Entah kenapa saya jadi tertarik dengan
psikologi. Mempelajari setiap karakter, sepertinya menyenangkan walaupun sulit.
Mempelajari perilaku dan fungsi mental setiap manusia secara ilmiah. Hebat
bukan? Mampu meramalkan atau memprediksikan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah
laku itu terjadi serta mampu mengendalikan tingkah laku sesuai dengan yang
diharapkan.
"Hanya
bertemu dengan orang tersebut satu kali, dan saya langsung refleks membatin
'orang ini memiliki karakter yang...', lalu setelah beberapa kali saya mencoba
mengenalnya ternyata apa yang saya batin itu benar. Jadi setiap kali saya
berkenalan dengan orang yang baru, selalu saja insting saya mulai bermain dan
menebak, 75% apa yang saya pikirkan mengenai orang tersebut benar adanya.
Padahal saya bukan psikolog, tapi saya suka menebak dan membaca karakter orang
lain, dalam hal lain saya ingin mempelajari lebih dalam mengenai
perilaku." - A, 47 tahun.
Peressssar <3
Rabu, 18 September 2013
Sebuah bahu
Anggota tubuh yang paling penting adalah bahu :)
Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?
“Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.”
Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis.
Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Apakah karena fungsinya untuk menahan kepala?
“Bukan, tapi karena bahu dapat menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu sayangi ketika mereka menangis.”
Kadang-kadang dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk menangis.
Bagian tubuh yang paling penting adalah tidak menjadi orang yang mementingkan diri sendiri. Tetapi, simpati terhadap penderitaan yang dialami oleh orang lain.
Orang akan melupakan apa yang kamu katakan…
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan…
Tetapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti…
Orang akan melupakan apa yang kamu lakukan…
Tetapi, orang TIDAK akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka berarti…
Langganan:
Postingan (Atom)

