Pages

Ads 468x60px

Minggu, 12 Juli 2015

We're doing the same...
Semesta berputar, kelak nanti ada saatnya semesta berpihak pada kita.
Jadi nikmati saja secangkir kopimu.
Setidaknya selalu ada sedikit rasa manis bukan?

Segala yg dipaksakan itu tidak baik

Jika kamu pernah mendengar seseorang atau mungkin beberapa orang berkata padamu, “Sesuatu yang dipaksakan itu gak baik”, percaya saja. Jangan sekalipun kamu mencoba membuktikan bahwa pernyataan itu salah.

Dalam hidup, pasti banyak yang kita inginkan. Berusaha untuk mendapatkan boleh, tapi jangan memaksakan sesuatu yang tidak bisa kamu dapatkan. Mengusahakan dan memaksakan itu jelas berbeda.

Berhentilah menyiksa dirimu sendiri, kawan. Bagaimana kalau sekarang kamu ambil waktumu untuk sendiri. Biarkan air shower itu menghujanimu, menyapu segala beban pikiran yang ada di kepala dan hatimu. Atau… setidaknya, pergilah.. pergilah ke tempat dimana kamu bisa merebah lelah. Mungkin setelahnya, kamu bisa sedikit merelakan dan berhenti memaksakan.

Percayalah, segala yang dipaksakan itu tidak baik.

-via: tumblr.com

Sabtu, 11 Juli 2015

Apa yg aku rindukan selain kita dapat berkumpul bersama kembali? Tidak ada. Tapi setelah aku tau jika harapanku terpenuhi, meski rindu ini akan terbayar, apakah kita siap menerima setiap perubahan dengan segala macam konsekuensi? Apakah kita siap untuk tidak saling mengedepankan ego? Aku rasa kita harus terus bersabar.

"Jika rumah tak lagi kosong, aku harap ada sedikit celah untuk mengisi harapan."

Kamis, 09 Juli 2015

Congrats!

"Just remember you will always burn as bright the light behind your eyes."

It’s about who you miss of 2pm in the afternoon when you’re busy, not 2am in the morning when you’re lonely.

Rabu, 10 Juni 2015

Rumah Kosong

April, 2008.

Ruang tamu tak pernah sehening ini. Jendela, kursi tak pernah semurung ini. Lukisan di dinding tak lagi memancarkan pesonanya. Bunga di meja terlihat semakin kejam, menusuk bagi siapa saja yang menatapnya, ia tak lagi mengeluarkan aroma khasnya. Suara tawa tak lagi terdengar, seolah-olah dinding ruangan ini menyerap semua energi yang tersisa. Hanya sayatan tersirat yang mampu diingat.

Tak ada lagi cicak di dinding, tak ada lagi rayap di almari. Semua lari ketakutan, kalang kabut dibuatnya. Lalu apa yang tersisa? Tidak ada. Hanya kekosongan yang transparan. Kunci pintu pun sudah terlempar, jauh hingga tak tertangkap pandang. Tak ada lagi langkah sepatu yang berisik di sampng dinding pembatas rumah. Tak ada lagi teriakan anak kecil yang bermain selang air di depan pintu bobrok tua tak berengsel ini. Semua kandas.

Tak ada satupun langkah kaki yang diperbolehkan menginjak bangunan tua bernomor 26B ini. Tak ada satupun jurnalis yang diperkenankan meliput setiap momentum yang pernah terekam dalam memori. Tak ada satupun orang yang tinggal di sana, kecuali satu hal yaitu kenangan. Disebut kenangan karena memang pantas untuk dikenang.

Senin, 08 Juni 2015

Surat: Rindu yg tak kenal lelah

Tertuju, pemilik rindu.
Senin, 8 Juni 2015 pukul 22.43

Bahkan aku selalu bertanya-tanya, sampai kapan kita akan seperti ini?

Sungguh, aku ingin melompat ke masa dimana aku bisa berada di sisimu setiap saat, tertawa bersama, berceloteh tentang mimpi, bernostalgia dengan masa sma, mendengar keluh kesahmu, menggenggam erat telapak tanganmu, inginku berbisik lirih, "Semua pasti akan baik-baik saja."

Sungguh, aku ingin semua kerinduan ini segera terbayar. Dengan melihatmu tersenyum dari kejauhan, yg perlahan berjalan ke arahku. Hingga tanpa sadar kedua sudut bibirku ikut terangkat ke atas. Untuk kesekian kalinya, kamu selalu menularkan senyum manismu padaku.

Aku rindu aroma tubuhmu, yg hanya menghirupnya saja sudah mampu membuat jantungku meledak karena detakannya yg tak karuan. Aku rindu genggaman erat tanganmu, yg mampu menghangatkanku dan meredam segala kecemasanku. Aku rindu dengan tempat ternyaman, yaitu kedua bahumu. Aku rindu memberi tahu dunia bahwa kamu selalu ada baik saat duka, lara, bahkan gelap sekalipun. Ah sepertinya aku mulai candu, bagaimana bisa aku masih sering merindukanmu bahkan ketika kita baru saja bertemu.

Rindu setelah bertemu mengapa terasa menyakitkan?

 
Blogger Templates