Apa yang telah aku lakukan dan
semua keputusan yang telah aku buat hanya sekedar ingin membuat orang yang aku
cintai lebih bahagia. Tuhan berikan selalu kesadaran untukku. Masih banyak
orang yang aku cintai yang belum bahagia. Kumohon... berikan selalu kesadaran
untukku.
Minggu, 04 Agustus 2013
Red String
“It is said that after a person is born, they will meet approximately
30000 people before they die. of those the number of people you will meet and
work at school is 3000. Of those, you will intimately know 300. Among those
encounters, it is said that God has arranged a special one for you. One made
from before you were born. However, that bond of fate is invisible to everyone.
And yet that unseen person in your destiny is connected to you by a red string
on your pinky."
Menjadi kuat bukan berarti kamu
tahu segalanya. Bukan berarti kamu tidak bisa hancur. Kekuatanmu ada pada
kemampuanmu bangkit lagi ketika berkali-kali jatuh. Jangan pikirkan kamu akan
sampai dimana dan kapan. Tidak ada yang tahu. Your strength is simply your will
to go on.
Kamis, 01 Agustus 2013
Bentuk diamku
Lebih baik aku diam. Jika berbicarapun
salah. Tapi, tidak selamanya diam itu benar. Aku merasa terpojokkan, aku merasa
segala sesuatu yang telah aku lakukan ini salah. Mungkin niat awalku memang
baik, aku tak akan mengganggu siapapun yang pada saat itu sedang dalam kondisi
marah karena pada akhirnya kemarahan itu akan dilampiaskan padaku. Tak apa, aku
sudah menganggapnya seperti kebiasaan. Atau karena kebiasaan yang terlalu
sering itu diriku menjadi kebal? Entahlah.
Aku rasa aku mengerti alasan dibalik
pertanyaan mengapa aku seperti ini. Mengapa aku cenderung pendiam, mengapa
sikapku berbeda, mengapa aku berubah, mengapa aku memendam...
Penilaian orang lain
Cuma saling mengingatkan aja, jangan liat orang
lain dari sisi negatifnya. Dengan mudah kali ya kita sebagai manusia
ngejudge orang lain tanpa berpikir positifnya toh kita juga belum tentu bener dan
belum sesempurna orang yang kita nilai tadi.
"Haha such a fool!"
Kebahagiaan
“Salahkah jika aku memilih hidupku sendiri?”
Sungguh ini aneh, tak banyak dari kita pasti
menginginkan kehidupan yang harmonis dan semuanya serba ada. Namun nyatanya,
Tuhan telah menentukan jalan hidup kita masing-masing.
“Apakah aku tidak bisa memilih orang tuaku
sendiri?”
“Jika aku terlahir kembali aku ingin memiliki
orang tua yang …”
Tidak jarang pula kalimat-kalimat di atas
terlontarkan dari mulut anak-anak yang pada umumnya tidak mengerti mengenai makna
kehidupan. Secara pribadi aku juga pernah berpikir seperti itu. Bagaimana jika aku
terlahir di keluarga ini, bagaimana jika aku memiliki keluarga yang seperti
itu, aku ingin mendapatkan kasih sayang dari keluarga itu, aku ingin menjadi
bagian dari keluarga ini… Random,
impossible, hallucinate. Dan bukanlah sebuah harapan, hanya sebuah imajinasi?
Sebuah Permainan Untuk Kita
Bodohnya diriku mengikuti alur permainanmu
Kini aku terjerat pada salah satu tali yang kau
permainkan
Aku tak dapat keluar
Namun tiba-tiba kau mengulurkan tangan kananmu
padaku
“Untuk apa?” Tanyaku
“Aku akan menarikmu keluar dari utasan tali itu. Namun,
berjanjilah padaku akan satu hal.” Pintamu.
Dengan mata terbelalak, rasa penasaranku pun
muncul begitu saja. “Apa?”
“Permainan ini belum selesai, aku tak menginginkanmu terjebak
di dalam sini. Maka genggamlah tanganku dengan erat, dan kita akan menyelesaikan
permainan ini bersama.”
“Kau dan aku?” Tanyaku sekali
lagi.
Kau mengangguk dan mengulaskan sebuah senyum
padaku.
“Ya. Kita. Kita pasti akan mengakhiri permainan ini. Bersama. Tanpa
ada tali-tali yang dapat menjeratmu lagi.” Yakinmu padaku.
Detik yang berjalan
Tampaknya
kami tengah dipermainkan detik yang berjalan, lalu lengah tanpa memberi
perlawanan...
Langganan:
Postingan (Atom)