Minggu, 08 Maret 2015
Sabtu, 28 Februari 2015
Dan yang lebih mengena itu, bahkan pujian yang terus menerus lebih membahayakan daripada kritik yang tajam (nulisbuku, 2015).
Jadiii lebih baik menerima kritik yang pedas demi membangun kualitas diri yang lebih baik dan alangkah istimewanya jika dibumbuhi dengan pujian yang tulus dan sekadarnya, bukan mengada-ada lho ya atau cuma bikin orang lain impressed dengan tanggapan kita, wah itu salah besar.
Ingat, mereka yang memujimu bisa saja menjatuhkanmu dari belakang. Dan seperti kata Kak Dofir, pembimbing team PKM, "Lebih baik dijatuhin sejatuh-jatuhnya di awal jadi waktu sudah sampai puncak kalian akan jadi yang terhebat, dan strong!"
Kamis, 26 Februari 2015
Rabu, 25 Februari 2015
Minggu, 15 Februari 2015
Kesempatan
Teruntuk, kesempatan.
Bukan sekedar keinginan
Bukan sekedar angan
Tolong, datanglah
Belum cukup usaha
Belum cukup untaian doa
Tolong, bantulah
Datanglah padaku, kesempatan
Dimana aku bisa menjumpaimu?
Untuk sekali saja
Jangan menyuruhku untuk membelimu
Maka aku akan membayarmu dengan usaha dan ketulusan
Jangan menyuruhku untuk membelimu
Karena uang akan terasa sia-sia bagiku
Dengan banyak tumpukan dan tumpuan
Aku mengandalkanmu, kesempatan
Sekali ini saja, datanglah padaku
Aku harus membantu mereka
Bahkan untuk menunggu kesempatan
Mengapa teramat menyakitkan
Tolong...
Aku menggantungkan hidupku untukmu, kesempatan
Demi mereka
Tertanda, yang menantikan momentum
Sabtu, 14 Februari 2015
Untukmu yang (kurasa) kukenal
Jumat, 13 Februari 2015
Pelipur laraku
Aneh..
Sosokmu selalu membayangiku
Aneh..
Tawamu selalu terbayang" di benakku
Aneh..
Tidak pernah kuberhenti memikirkanmu
Aneh..
Bayanganmu selalu menuntunku
Aneh..
Suaramu terus terekam di benakku
Aneh..
Aroma tubuhmu selalu melekat pada indera penciumanku
Aneh..
Bahkan di saat aku terluka
Kau menutupnya dengan cara yg berbeda
Aneh..
Bahkan ketika kau jauh
Bahkan ketika dunia perlahan sirna
Kau selalu mengendap" dalam jiwa
Menuntunku untuk tetap berjalan
Terima kasih,
Memikirkanmu sudah cukup membuat semangatku bangkit kembali
Tidak peduli seberapa besar kekhawatiranku
Maaf,
Setiap kali kau bertanya, "kenapa?"
Bibirku terkatup
Aku hanya perlu mendewasakan diri
Bukan masalah besar, jadi tenang saja
Terima kasih kau selalu membuatku tersenyum
Aku membayangkanmu di sini, menepuk bahuku dan berkata dengan penuh keyakinan "Semua akan baik-baik saja."
Aku terbayang-bayang akan leluconmu yg selalu berhasil membuat tawaku meledak
Dan bayanganmu akan selalu berada di sini
Duduk berdampingan, mengamati senja di suatu taman kota
Aku mulai terbiasa, tapi tetap saja aku merindukanmu
Baik-baiklah di sana
Tetaplah menjadi kado terbaikku sepanjang waktu
Janji kelingking?
Tertanda, yang selalu mendoakanmu.
Kamis, 12 Februari 2015
Pertanyaan dan jawaban
Untukmu yang menagih jawaban.
Lalu apa yang dicari?
Alasan sudah tepat, namun asumsi kurang kuat
Sekali didengar, seterusnya disangkal
Jika begitu, membisu sudah cukup menjelaskan bukan?
Tertanda, yang menerima pertanyaan.