Untukmu yang menikmati kebebasan.
Kebebasan yang kau maknai sendiri
Tidak dikejar, tidak diusut, tidak apatis
Hingga kau terperangkap, bukan terkurung
Bebas tapi tak lepas
Lalu, apakah terbatas?
Tertanda, pendamba kebebasan.
TENTANG KOLABORASI RASA YANG TERGORES TIPIS DALAM CANDUNYA KATA.
Untukmu yang menikmati kebebasan.
Kebebasan yang kau maknai sendiri
Tidak dikejar, tidak diusut, tidak apatis
Hingga kau terperangkap, bukan terkurung
Bebas tapi tak lepas
Lalu, apakah terbatas?
Tertanda, pendamba kebebasan.
Teruntuk, sosok yang menarik pelatuk
Mengapa?
Mudahkah bagimu menarik pelatuk dari mulutmu?
Mengapa?
Pantaskah untuk kudengarkan?
Jika aku yang menarik pelatuk
Apakah setimpal?
Akan kuberi sebuah pistol FN-10 berisi 5 peluru
Todongkan dengan penuh keyakinan
Tariklah pelatuknya tanpa ragu
Arahkan tepat ke kepalaku !!
Tertanda, yang tidak merelakanmu mati.
Senin, 09 Februari 2015
Untukmu yang bergigi ompong
Berbaring di atas kasur empuk seraya menikmati alunan musik dari radio kesayanganmu
Terima kasih telah menemaniku hari itu
Mendengarkan celotehan yang tak kunjung usai
Untukmu yang bermahkota uban
Terima kasih sudah mendoakanku terus-menerus
Mengharapkan yang terbaik untuk ke depannya
Untukmu yang menyukai lontong
Maafkan aku yang akhirnya membuatmu mengonsumsi keripik
"Sampai lupa rasanya keripik ini.", katamu sembari tertawa
Untukmu yang selalu mengecup keningku
Lalu berkata lirih, "Harus sukses ya nduk, kudu jadi orang."
Aku mengelus telapak tanganya pelan, "Lha terus selama ini aku apa? Kan orang juga." Jawabku lirih lalu cekikikan
Untukmu yang selalu memiliki waktu untuk menceramahiku
Mengenai kerasnya hidup, menjadi sosok yang tegar bahkan ketika banyak orang meninggalkanmu tanpa alasan
Untukmu yang selalu berbincang mengenai Tuhan dan takdir
"Kalo Gusti belum menghendaki..."
Dan selalu berhasil membuatku merinding
Untukmu yang selalu mendorongku belajar lebih keras dan mengajariku agar lebih kuat mengeras keringat
"Ingat nduk, kamu anak satu-satunya. Belajar yang rajin, pertahankan IP mu, cari beasiswa kalo perlu ke luar negeri."
Jika bisa aku akan merekam percakapan pada saat itu, lalu membungkusnya rapi di dalam memoriku
Dan mulai saat itu aku ingin berjanji di depanmu, akan lebih berusaha meningkatkan kualitas diri
Tetaplah membuka matamu, menemaniku ketika tak ada seorang pun di sisiku
Tetaplah mendengarkanku, ketika senandung hati tak lagi bersahabat
Dan aku akan berlari menuju ke arahmu, memelukmu dengan erat ketika aku mencoba untuk meloloskan diri
Untukmu yang selalu kupanggil, "Mbauti Sawojajar."
Maukah menungguku 5 tahun lagi di tempat yang sama
Seperti 7 tahun silam, bocah kecil berambut panjang malu-malu berlari ke arahmu
Melihatmu tersenyum dan terharu bahagia lalu mencium kulit pipimu yang mulai keriput
"Selamat ya." Katamu singkat
Dan suatu saat nanti aku akan berbaring di sampingmu
Menikmati alunan musik dari radio kesayanganmu
Lalu membicarakan tentang mimpi-mimpiku yang perlahan menjadi nyata
Terima kasih tidak pernah berhenti mendukungku, terima kasih atas pertemuan singkat kemarin
Semoga angin di sana selalu menyejukkan hari-harimu
Jika sempat aku akan mengunjungimu lagi
Cepatlah kembali, kota Malang sangat merindukan kehangatanmu
Tertanda,
Ling-Ling kecilmu selalu
Untukmu yang selalu dalam perjalanan,
Hai, ada apa di luar sana?
Apakah kamu menikmati perjalanan saat ini?
Hai, kamu yang selalu berpaling menghadap jendela
Apakah jendela itu selalu melegakan jika dipandang?
Hai, kamu yang mencari-cari inspirasi
Bagaimana kisah perjalananmu saat ini?
Hai, kamu yang tak pernah bosan mengkhayal
Apakah awan di sana sedang tersenyum padamu?
Hai, kamu yang menyukai ketenangan
Apakah di luar sana kamu sudah menemukan kebebasanmu?
Hai, kamu yang tak pernah melupakan carriermu
Apakah setidaknya kamu merindukan rumah?
Hai, kamu yang suka nekat
Apakah kali ini kamu sudah membuktikan keberanian dalam dirimu?
Hai, kamu yang tak suka sendirian
Bagaimana rasanya berjalan bersama bayangan
Hai, kamu yang suka menantang dirimu sendiri
Apakah kamu mampu menjawab ketakutan dalam dirimu?
Hai, kamu pendamba kebebasan
Bagaimana rasanya memeluk kebebasan yang tak pernah ada
Hai, kamu yang ingin melancong
Akan berpetualang kemana kamu selanjutnya?
Hai, kamu yang sok berani
Maukah kamu meloloskan diri, berlari kencang dan tak lagi selalu menghadap ke jendela?
Maukah kamu berbincang tentang angan dan inspirasi di luar sana bersama denganku?
Tertanda,
Pendamba perjalanan