Selasa, 24 Maret 2015
Tentang karakter tokoh dalam mini novel “Amplop Sahabat.” [Coming Soon]
Senin, 23 Maret 2015
Selamat datang, agen baru ^^
Jangan anggap ini sebagai persaingan, kawan. Mari kita berbagi perspektive. Setidaknya biarkan aku belajar dari sudut pandangmu. Mengenai hidup, kedamaian, hobi, sisi gelap dan segala warna yg terpancar dari semangatmu. Ah aku lupa, bukankah dunia kita sama?
Berkawanlah tanpa persaingan, kawan. Sungguh takjub aku bertemu dengan sosok yg hampir sama seperti diriku, pantulan cermin setelah kedua lelaki terhebatku, dia dan ayahku. Kau ada di urutan ke sekian, tapi aku bersyukur kita dipertemukan dan berbagi cerita.
Kawan, mari kita sama-sama belajar melalui dunia yg tak tampak berbeda ini. Kebetulan yg tidak disesalkan, aku harap begitu.
Aku bukan musuhmu, juga bukan sainganmu. Selamat bersahabat kawan, dan selamat datang di dunia ilusi yg menjadikannya nyata. Mari berkarya bersama!
Tertanda, yg kau panggil Peres.
Minggu, 08 Maret 2015
Sabtu, 28 Februari 2015
Dan yang lebih mengena itu, bahkan pujian yang terus menerus lebih membahayakan daripada kritik yang tajam (nulisbuku, 2015).
Jadiii lebih baik menerima kritik yang pedas demi membangun kualitas diri yang lebih baik dan alangkah istimewanya jika dibumbuhi dengan pujian yang tulus dan sekadarnya, bukan mengada-ada lho ya atau cuma bikin orang lain impressed dengan tanggapan kita, wah itu salah besar.
Ingat, mereka yang memujimu bisa saja menjatuhkanmu dari belakang. Dan seperti kata Kak Dofir, pembimbing team PKM, "Lebih baik dijatuhin sejatuh-jatuhnya di awal jadi waktu sudah sampai puncak kalian akan jadi yang terhebat, dan strong!"
Kamis, 26 Februari 2015
Rabu, 25 Februari 2015
Minggu, 15 Februari 2015
Kesempatan
Teruntuk, kesempatan.
Bukan sekedar keinginan
Bukan sekedar angan
Tolong, datanglah
Belum cukup usaha
Belum cukup untaian doa
Tolong, bantulah
Datanglah padaku, kesempatan
Dimana aku bisa menjumpaimu?
Untuk sekali saja
Jangan menyuruhku untuk membelimu
Maka aku akan membayarmu dengan usaha dan ketulusan
Jangan menyuruhku untuk membelimu
Karena uang akan terasa sia-sia bagiku
Dengan banyak tumpukan dan tumpuan
Aku mengandalkanmu, kesempatan
Sekali ini saja, datanglah padaku
Aku harus membantu mereka
Bahkan untuk menunggu kesempatan
Mengapa teramat menyakitkan
Tolong...
Aku menggantungkan hidupku untukmu, kesempatan
Demi mereka
Tertanda, yang menantikan momentum